SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA BANDAR LAMPUNG SEMOGA BISA MEMBERIKAN INFORMASI YANG BERMANFAAT

--

Sejarah Singkat

 AProfil Kota Bandar Lampung

 1. Sejarah Singkat Kota Bandar Lampung

Sebelum tanggal 18 Maret 1964, Provinsi Lampung merupakan sebuah keresidenan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) No. 3 Tahun 1964, yang kemudian menjadi Undang-Undang No. 14 Tahun 1964, keresidenan Lampung ditingkatkan statusnya menjadi Propinsi Lampung dengan ibukotanya Tanjungkarang-Telukbetung. Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 24 Tahun 1983, Kotamadya Daerah Tingkat II Tanjungkarang–Telukbetung diganti namanya menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II terhitung sejak tanggal 17 Juni 1983, dan sejak tahun 1999 dengan terbitnya UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, berubah namanya menjadi Kota Bandar Lampung.

Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1975 dan PP No. 3 Tahun 1982 tentang perubahan wilayah, maka Kota Bandar Lampung diperluas dengan pemekaran dari 4 kecamatan dan 30 kelurahan menjadi 9 kecamatan dengan 58 kelurahan. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur/KDH Tingkat I Lampung No. G/185.B.111/Hk/1988 tanggal 6 Juli 1988 serta surat persetujuan Mendagri No. 140/1799/PUOD tanggal 19 Mei 1987 tentang pemekaran kelurahan di wilayah Kota Bandar Lampung, maka Kota Bandar Lampung terdiri dari 9 kecamatan dan 84 kelurahan.Kemudian berdasarkan Perda Kota Bandar Lampung No. 04 Tahun 2001 tentang Pembentukan, Penghapusan dan Penggabungan Kecamatan dan Kelurahan dalam Kota Bandar Lampung, maka Kota Bandar Lampung dimekarkan menjadi 13 kecamatan dan 98 kelurahan. Pemekaran tersebut dilakukan, selain karena pertambahan penduduk yang terus meningkat mendekati angka 1 juta jiwa, juka dilakukan mengingat perkembangan kota yang sangat pesat sejak digulirkannya era otonomi daerah.

Sejak berdirinya pada tahun 1965 sampai saat ini Kota Bandar Lampung telah dijabat oleh Walikota/KDH Tingkat II Kota Bandar Lampung dan Walikota dan Wakil Walikota Bandar Lampung secara berturut-turut sebagai berikut:

Tabel 4.1 Nama-Nama Walikota dan Wakil Walikota Bandar Lampung dan Periode Jabatan

No Nama Walikota Periode
1 Sumarsono 1956 – 1957
2 H. Zainal Abidin Pagar Alam 1957 – 1963
3 Alimudin Umar, SH 1963 – 1969
4 Drs. H. M. Thabrani Daud 1969 – 1976
5 Drs. H. Fauzi Saleh 1976 – 1981
6 Drs. H. Zulkarnain Subing 1981 – 1986
7 Drs. H. Suharto 1996 – 2001
8 Drs. H. Suharto – Ir. Achmad Yulizar 2001 – 2005
9 Drs. H. Eddy Sutrisno, M.Pd – H. Kherlani, SE 2005 – 2009
10 Drs. H. Herman, H.N, M.M – H. Thobroni Harun, 2009 – 2014

Sumber: BPS Kota Bandar Lampung, 2014

 

  1. Letak Geografis Kota Bandar Lampung 

Secara geografis Kota Bandar Lampung terletak pada 50 20’ sampai dengan 50 30’ lintang selatan dan 105 0 28’ sampai dengan 105 0 37 bujur timur. Letak tersebut berada pada Teluk Lampung di ujung selatan Pulau Sumatera. Berdasarkan kondisi ini, Kota Bandar Lampung menjadi pintu gerbang utama Pulau Sumatera tepatnya kurang lebih 165 km sebelah barat laut Jakarta dan memiliki peran sangat penting selain dalam kedudukannya sebagai ibu kota Provinsi Lampung juga merupakan pusat pendidikan, kebudayaan dan perekonomian bagi masyarakat.

Secara administratif batas daerah Kota Bandar Lampung adalah: 

  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.
  2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran dan Kecamatan Ketibung serta Teluk Lampung.
  3. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Gedong Tataan dan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran.
  4. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan.

Selain daripada itu, Kota Bandar Lampung memiliki andil yang sangat vital dalam jalur transportasi darat dan aktivitas pendistribusian logistik dari Jawa menuju Sumatera maupun sebaliknya serta memiliki Pelabuhan Panjang untuk kegiatan

ekspor impor dan Pelabuhan Srengsem yang melayani distribusi batubara dari Sumatera ke Jawa , sehingga secara langsung Kota Bandar Lampung berkontribusi dalam mendukung pergerakan ekonomi nasional. Kota Bandar Lampung memiliki luas wilayah 197,22 km² yang terbagi ke dalam 13 Kecamatan dan 98 Kelurahan dengan populasi penduduk 879.651 jiwa (berdasarkan sensus 2010), kepadatan penduduk sekitar 8.142 jiwa/km² dan diproyeksikan pertumbuhan penduduk mencapai 1,8 juta jiwa pada tahun 2030.

 

B. Profil Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung

1. Sejarah Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung 

Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung terletak di Jl. Amir Hamzah Gotong Royong Tanjung Karang Bandar Lampung. Kantor Dinas Pendidikan dan Perpustakaan Kota Bandar Lampung yang dahulu disebut dengan kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tanjung Karang Teluk Betung yaitu pada tahun 1976. Struktur organisasi pada saat itu sesuai dengan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 0173/01/1983 tanggal 14 Maret 1983, dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0363 / 0 / 1988 tanggal 20 Juli 1988 tentang perubahan keputusan Mendikbud RI Nomor : 0304/0/1984 yaitu pasal 82 butir 14. Tahun 1983 Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tanjung Karang Barat Teluk Betung diubah menjadi Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madya Daerah Tk 11 Bandar Lampung (lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 30, tambahan lembaran Negara Nomor 3254). Kemudian pada tahun 1999 Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madya Daerah Tingkat 11 Bandar Lampung diubah nama menjadi Kantor Departemen Pendidikan Nasional Kota Bandar Lampung Berlakunya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang   memberikan kewenangan otonomi kepada daerah dengan didasarkan azas desentralisasi dalam wujud otonomi yang luas, nyata, dan bertanggung jawab antara lain mengundang konsekuensi adanya perubahan dasar dari sisi kelembangan di daerah, maka dipandang perlu menata susunan organisasi dan tata kerja Dinas Pendidikan dan Perpustakaan Kota Bandar Lampung.  

Untuk diketahui bahwa pemberlakuan struktur organisasi Pendidikan dan Perpustakaan Kota Bandar Lampung tersebut sejak diterbitkannya surat keputusan Walikota Bandar Lampung Nomor : 8 Tahun 2001 Tanggal 1 Januari 2001 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas P & P Kota Bandar Lampung setelah terbitnya keputusan Walikota tersebut di atas, maka terjadi perubahan nama kantor yaitu Departemen Pendidikan Nasional Kota Bandar Lampung berubah menjadi Kantor Dinas Pendidikan dan Perpustakaan Kota Bandar Lampung. 

Berdasarkan Peraturan Walikota Bandar Lampung Nomor : 05 Tahun 2008 Tanggal, 11 Februari 2008 Dinas Pendidikan dan Perpustakaan berubah menjadi Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung. Berdasarkan Peraturan Walikota Bandar Lampung Nomor : 88 Tahun 2012 Tanggal 11 September 2013 Pemekaran UPT Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung dari 13 UPTD menjadi 20 UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan. Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung juga terbagi dalam 13 kantor Dinas Kecamatan atau UPTD di Bandar Lampung.

2. Visi dan Misi Organisasi

 a) Visi 

Visi pendidikan di Kota Bandar Lampung dirumuskan sebagai berikut: “Terwujudnya pendidikan berkualitas dan terjangkau dengan dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang menguasai IPTEK dan berdaya saing”. 

Visi tersebut merupakan upaya untuk mendorong pendidikan di Kota Bandar Lampung berkualitas dan terjangkau untuk menjadi yang unggul dan mengantarkan masyarakat Bandar Lampung untuk siap bersaing dalam menghadapi pasar bebas dengan sumber daya manusia yang dilandasi iman dan taqwa dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian  wawasan  peningkatan  daya  saing  dan  keunggulan dengan meningkatkan kesejahtaraan dan ketaqwaan masyarakat merupakan upaya menyeluruh (comprehensive)  yang  didukung  pembangunan  pendidikan  dan kebudayaan sehingga   pada   akhirnya meningkat   kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

b) Misi

 Adapun Misi dari dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung sebagai berikut: 

  • Mewujudkan perluasan akses dan pemerataan pelayanan pendidikan. Misi ini dimaksudkan untuk menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dalam rangka meningkatkan daya tampung siswa pada setiap jenis, jenjang, dan jalur pendidikan. Dengan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, warga masyarakat usia sekolah akan memiliki kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengikuti pendidikan yang menjadi haknya sebagai warga masyarakat. Selain pembangunan fisik dalam mendukung pemerataan pendidikan, siswa kurang mampu perlu diberikan bantuan beasiswa dan sekolah kurang mampu diberikan bantuan operasional sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara optimal. Melalui misi ini akan disinergikan dan dipadukan seluruh potensi yang dimiliki baik pemerintah pusat, propinsi, kabupaten/ kota maupun masyarakat termasuk orang tua untuk dalam mendukung perluasan daya tampung pendidikan. Potensi tersebut diartikan sebagai kebijakan, program, penyediaan lahan, dan sarana prasarana serta alokasi angaran pendidikan.
  • Meningkatkan kualitas SDM yang menguasai iptek,unggul dan berstandar nasional/internasional Misi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bandar Lampung. Kualitas SDM sangat ditentukan tingkat penguasaan manusia dalam menyerap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai dasar meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidup masyarakat. Untuk itu kualitas pendidikan dalam arti proses transformasi pengetahuan kepada peserta didik perlu ditingkatkan melalui tersedianya fasilitas dan alat pendidikan yang memadai, tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi, sistem manajemen pendidikan yang efektif dan efisien termasuk tersusunnya kurikulum pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan tersedianya fasilitas, tenaga pendidik, sistem manajemen dan kurikulum sekolah sesuai standar nasional dan standar pelayanan minimal (SPM) yang ditetapkan, maka diharapkan out put pendidikan akan meningkat secara kualitas dan memiliki nilai keunggulan dibandingkan dengan daerah lainnya.
  • Meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan yang memiliki keterampilan, unggul dan berdaya saing. Misi ini ditujukan untuk membentuk SDM yang memiliki keahlian/ ketrampilan sebagai modal dasar dalam memasuki persaingan pasar bebas dalam era globalisasi ketenagakerjaan. Artinya sekolah dan satuan penyelenggara pendidikan lainnya harus mampu mencetak peserta didik menjadi SDM yang handal, memiliki ketrampilan/ keahlian      yang  siap   pakai   sesuai   kebutuhan   pasar   kerja. Dalam era globalisasi  yang ditandai makin ketatnya persaingan dalam memproleh lapangan kerja, maka penguasaan dalam berbagai bidang keahlian sangat diperlukan. Disamping itu ketrampilan/ keahlian yang dimiliki harus sesuai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaimana halnya dunia usaha/ industri yang menerapkan kemajuan teknologi canggih. Dengan pendidikan ketrampilan yang menerapkan sistem kurikulum berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi canggih, maka  diharapkan out put lulusan pendidikan kejuruan akan memiliki keunggulan dan daya saing yang tinggi di pasar global. Untuk mencapai tujuan tersebut, sekolah perlu dilengkapi fasilitas ketrampilan teknologi tinggi serta penyediaan tenaga kependidikan yang berkompetensi dan professional.
  • Mengembangkan jumlah lembaga pendidikan non formal dan informal Misi ini dimaksudkan adanya pengembangan pendidikan nonformal yang diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan ketrampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.

3. Tujuan Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung 

Tujuan strategis merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam kurun waktu tertentu (umumnya 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun). Dengan diformulasikannya tujuan strategis ini maka Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung dapat secara tepat mengetahui apa yang harus dilaksanakan dalam memenuhi visi dan misinya dengan mempertimbangkan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki. Lebih dari itu, perumusan tujuan strategis juga memungkinkan untuk mengukur sejauh mana visi dan misi telah dicapai mengingat tujuan strategis dirumuskan berdasarkan visi dan misi yang telah ditetapkan.

4. Sasaran Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung

 Sasaran strategis Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung yang merupakan penjabaran dari misi dan tujuan yang telah ditetapkan, menggambarkan sesuatu yang akan dihasilkan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun dan dialokasikan dalam 5 (lima) periode secara tahunan melalui serangkaian program. Penetapan sasaran strategis ini diperlukan untuk memberikan fokus pada penyusunan program dan alokasi sumber daya yang tercermin dalam kegiatan atau operasional tiap-tiap tahun. Sasaran strategis ini merupakan bagian integral dalam proses perencanaan strategis dan merupakan dasar yang kuat untuk mengendalikan dan memantau pencapaian kinerja Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung serta lebih menjamin suksesnya pelaksanaan rencana jangka panjang yang sifatnya menyeluruh, yang berarti menyangkut keseluruhan satuan kerja/instansi di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung. Sasaran-sasaran yang ditetapkan sepenuhnya mendukung pencapaian tujuan strategis yang terkait. Dengan demikian, apabila seluruh sasaran yang ditetapkan telah dicapai diharapkan bahwa tujuan strategis terkait juga akan dicapai, Adapun tujuan dan sasaran strategis tersebut adalah sebagai berikut :

Misi pertama dijabarkan dalam 4 tujuan yaitu : 

  • Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perluasan dan pemerataan pendidikan anak usia dini 
  • Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan perluasan dan pemerataan pendidikan dasar 9 tahun.
  • Meningkatkan penyelenggaraan pendidikan luar biasa
  • Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perluasan dan pemerataan pendidikan menengah

Misi Kedua dijabarkan dalam 4 tujuan yaitu 

  • Meningkatkan kualitas dan profesionalitas tenaga
  • Meningkatkan jumlah dan kualitas media/ fasilitas pendidikan.
  • Meningkatkan kemampuan lembaga   pendidikan/   sekolah dalam penguasaan kemajuan iptek.
  • Meningkatkan sistem pengelolaan pendidikan yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 

Misi Ketiga diajabarkan dalam 3 tujuan yaitu:

  • Meningkatkan fungsi sekolah kejuruan sebagai pusat pendidikan ketrampilan yang tangguh dan professional.
  • Meningkatkan kemampuan sekolah kejuruan dalam mendidik dan melatih SDM yang menguasai ketrampilan bidang iptek, berdaya saing dan siap kerja.
  • Meningkatkan kerja sama sekolah kejuruan dengan dunia usaha/ industri, lembaga diklat dan instansi terkait bagi peningkatan ketrampilan/ keahlian siswa.

Misi Keempat dijabarkan dalam 4   tujuan yaitu: 

  • Memperluas daya tampung dan kesempatan yang sama bagi semua warga belajar yang tidak mendapatkan pelayanan pada jalur peendidikan formal.
  • Memenuhi kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan baik dari aspek kuantitas maupun kualitas dalam rangka meningkatkan pelayanan PNFI.
  • Memenuhi kebutuhan pelayanan PNFI baik dari aspek kuantitas maupun kulaitas terkait dengan ketenagaan dan sarana prasarana.
  • Menyelenggarakan PNFI yang efektif dan efisien, transparan serta akuntabel. 

       Sasaran atau target dari (empat) sasaran Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung terdiri dari empat sasaran, yaitu : 

  • Sasaran pertama dari tujuan pertama misi pertama adalah meningkatnya angka partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD) pada jalur pendidikan formal dan non formal
  • Sasaran kedua dari tujuan kedua misi pertama adalah meningkatnya dukungan masyarakat dalam mewujudkan perluasan dan pemerataan pendidikan dasar.     
  • Sasaran ketiga dari tujuan ketiga misi pertama adalah meningkatnya daya angka partisipasi wajar dikdas 9 tahun melalui jalur pendidikan formal dan non formal.

 

a. Sasaran ketiga dari tujuan ketiga misi pertama adalah :

   Meningkatnya pelayanan pendidikan luar biasa bagi anak penyandang cacat dan meningkatnya angka partisipasi pendidikan menengah 

b. Sasaran Pertama dari tujuan pertama misi kedua adalah :

   Meningkatnya kemampuan dan penguasaan tenaga kependidikan di bidang iptek.

c. Sasaran Kedua dari tujuan kedua misi kedua adalah :

   Tersedianya fasilitas pendidikan sesuai dengan perkembangan dan kemajuan teknologi pendidikan

d. Sasaran Ketiga dari tujuan ketiga misi kedua adalah : 

   Terwujudnya SDM yang kualitas dan berdaya saing dengan menguasai kemajuan iptek

e. Sasaran Keempat dari tujuan keempat misi kedua adalah :

    Meningkatnya efisiensi dan efektifitas pengelolaan pendidikan 

f. Sasaran Pertama dari Tujuan Pertama misi Ketiga adalah : 

   Terwujudnya lembaga sekolah kejuruan yang berkualitas dalam

   mendidik SDM yang memiliki ketrampilan sesuai kebutuhan pasar kerja

g. Sasaran kedua dari Tujuan kedua misi Ketiga adalah : 

   Meningkatnya kualitas SDM yang memiliki ketrampilan dan keahlian di bidang iptek, berdaya saing dan siap kerja.

h. Sasaran ketiga dari Tujuan ketiga misi Ketiga adalah :

   Meningkatnya ketrampilan dan keahlian siswa yang selaras dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi di dunia usaha/ industri/ pasar kerja dan meningkatnya jumlah     lulusan SMK yang tertampung di dunia usaha/ industri dan menciptakan lapangan kerja.

i. Sasaran Pertama dari Tujuan Pertama misi keempat adalah

   Menurunkan angka buta aksara dalam rangka pencapaian program pemerintah.

j. Sasaran Kedua dari Tujuan Kedua misi keempat adalah Meningkatkan akses pendidikan kesetaraan.

k. asaran Keempat dari Tujuan Keempat misi keempat adalah

l. eningkatkan akses pendidikan bekelanjutan yang berorientasi life skill.

 

 

 

Dokumentasi

  • 5.jpg
  • 11.jpg
  • 22.jpg
  • a3.jpg
  • a4.jpg
  • a6.jpg
  • a7.jpg
  • a8.jpg
  • gd1.jpg
  • gd2.jpg
  • gd4.jpg
  • gd5.jpg
  • gd6.jpg
  • gd7.jpg
  • gd8.jpg
  • gd9.jpg
  • guru6.jpg
  • IMG_4295.JPG
  • IMG_4543.JPG
  • IMG_4544.JPG

NISN

NPSN

AKREDITASI

PPDB Online

Please publish modules in offcanvas position.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan | Kota Bandar Lampung