Detail Berita

Fest Kreasi GTK 2026 Resmi Dibuka, Guru Se-Lampung Adu Kreativitas di Lampung Barat


Ribuan guru dan tenaga kependidikan dari 15 kabupaten/kota di Lampung berkumpul di Kabupaten Lampung Barat. Mereka membawa semangat yang sama, yakni memperkuat kolaborasi dan melahirkan gagasan baru untuk menjawab tantangan pendidikan.

Semangat tersebut mengemuka dalam pembukaan Festival Kreasi Guru dan Tenaga Kependidikan (Fest Kreasi GTK) 2026 di GOR Aji Saka, Kawasan Sekuting Terpadu, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, Selasa, 1 September 2026.

Festival yang akan berlangsung selama empat hari itu menjadi ruang pertemuan bagi insan pendidikan dari berbagai daerah untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus memperkuat sinergi.

Pembukaan ditandai dengan penyerahan bendera tuan rumah dari Pemerintah Kota Bandar Lampung kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Dengan penyerahan tersebut, Lampung Barat resmi menjadi tuan rumah pelaksanaan Fest Kreasi GTK 2026.

Kepala BGTK Provinsi Lampung, Hendra Apriawan, S.T, mengatakan festival tersebut tidak seharusnya dipandang sebagai agenda seremonial semata.

Menurutnya, pertemuan para guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan dari berbagai daerah merupakan momentum untuk memperkuat barisan dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.

“Kami hadir bukan seremoni, tetapi untuk menguatkan barisan. Kami meyakini tugas kami bukan tugas yang mudah, karena mendidik generasi muda adalah sesuatu yang harus dipersiapkan sebaik mungkin,” ujar Hendra.

Ia mengatakan Fest Kreasi GTK telah memasuki pelaksanaan ketiga. Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di Kota Metro dan Kota Bandar Lampung.

Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang menjadi tuan rumah. Menurutnya, pelaksanaan festival di daerah tersebut dapat menjadi momentum untuk melihat kembali berbagai persoalan pendidikan yang masih membutuhkan perhatian di Lampung.

“Kami berharap interaksi antarpeserta selama festival mampu melahirkan semangat dan gagasan baru yang dapat diterapkan di daerah masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Khusus Kemendikdasmen Bidang Peningkatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, menilai guru memegang peran penting dalam menentukan kualitas pengalaman belajar siswa.

Menurutnya, guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Pendidik juga harus kreatif merancang pembelajaran sekaligus mampu menanamkan karakter kepada peserta didik.

“Kita membutuhkan guru yang kreatif dalam merancang pembelajaran sekaligus menanamkan karakter untuk kemajuan siswa,” kata Prof. Maila.

Ia mengatakan, transformasi pendidikan tidak hanya ditentukan melalui kebijakan. Perubahan akan benar-benar terasa ketika guru berada di ruang kelas dan berinteraksi langsung dengan peserta didik.

Guru, kata dia, harus mampu mendampingi siswa yang mengalami kesulitan belajar sekaligus menghadapi berbagai hambatan dalam proses pendidikan.

Sementara itu, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus berharap Fest Kreasi GTK mampu membawa suasana baru bagi dunia pendidikan di daerahnya.

“Festival ini dapat menjadi wadah untuk mendorong lahirnya pola pembelajaran yang lebih menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan zaman,” katanya.

Ia mengatakan, pendekatan pendidikan tidak dapat diseragamkan untuk seluruh daerah. Kondisi sosial, budaya, dan karakter masyarakat setiap wilayah harus menjadi pertimbangan dalam mengembangkan pendidikan.

“Bagaimana kita melakukan sinergi antarinstansi pendidikan di Lampung. Tidak bisa disamakan satu daerah dengan daerah yang lain, terutama dalam budaya pendidikannya. Festival ini menjadi salah satu wadah untuk kita berkolaborasi,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung, Kusrina, M.Pd, mengatakan keikutsertaan pihaknya dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para pendidik untuk menambah pengalaman, bertukar praktik baik, serta memperkuat jejaring dengan insan pendidikan dari daerah lain.

“Keikutsertaan kami di Fest Kreasi GTK ini menjadi kesempatan untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membawa praktik baik dari Bandar Lampung untuk dikembangkan bersama,” ujar Kusrina yang mewakili Kepala Disdikbud Dr. M. Nur Ramdhan, M.Acc., Akt., CGAE., CA., ACPA.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama festival dapat diterapkan di lingkungan sekolah sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di Kota Bandar Lampung.