Email

disdikbud.kota@bandarlampungkota.go.id

Telepon

0721 253752


SMP N 1 BANDAR LAMPUNG

Akreditasi

" A "

NPSN

10807198

Jumlah Guru

72

Jumlah Siswa

994

Kata Pengantar

Pusinobel Spansa (pusat inovasi belajar SMP Negeri 1 Bandarlampung) adalah tim kerja yang dibentuk untuk menjadi wadah bagi guru SMP Negeri 1 Bandarlampung untuk mengembangkan inovasi dalam pembelajaran. Jika inovasi oleh para guru ditampung di dalam satu wadah maka inovasi tersebut akan berjalan sendiri-sendiri, tidak terintegrasi satu sama lain, tidak terdokumentasi, dan terevaluasi. Pada awal tahun 2020, Indonesia dilanda pandemic Covid19. Pandemi ini berakibat perubahan besar besaran pada proses pembelajaran. Guru-guru dituntut untuk berinovasi agar pembelajaran tetap dapat berjalan dengan baik meskipun dilaksanakan secara daring (dalam jaringan), tidak tatap muka langsung seperti sebelumnya. Tim yang bekerja dibawah koordinasi waka akademik, dan beranggotakan koordinator masing-masing mata pelajaran. Koordinator mata pelajaran mengkoordinir guru –guru mata pelajaran dalam melakukan inovasi pembelajaran. Inovasi guru diidentifikasi pada pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran tingkat sekolah (MGMPS) sehingga dapat diketahui jenis inovasi mana yang dapat diterapkan oleh mata pelajaran tertentu. Selanjutnya, inovasi tersebut dilanjutkan ke tahap produksi, untuk diperbanyak paling tidak dalam jumlah yang cukup untuk diterapkan di satu kelas. Kemudian, tahapan berlanjut pada aplikasi di kelas. Media dan strategi pembelajaran diterapkan di kelas-kelas untuk melihat keefektifan dan hasil dari inovasi tersebut pada proses dan hasil belajar. Kemudian inovasi tersebut didokumentasikan dan disimpan menjadi arsip sekolah agar dapat digunakan dan menjadi referensi pada tahun ajaran berikutnya. Setelah berjalan selama kurang lebih dua tahun sejak tahun 2020, program ini telah menghasilkan sejumlah media pembelajaran, antara lain: Tarsia, berbagai jenis boardgame, dan kartu untuk pembelajaran, Pemaksimalan pemanfaatan aplikasi pembelajaran, seperti Google Classroom, Google Workspace for education, Kahoot dan Quizziz Ke depannya, diharapkan akan ada lebih banyak lagi inovasi yang dihasilkan oleh para guru yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Dengan semakin meningkatnya kualitas pembelajaran, tentunya juga akan bisa meningkatkan kualitas lulusan (meningkatkan standar kompetensi lulusan). Dengan semakin meningkatnya kompetensi siswa yang lulus tentunya akan semakin meningkatkan kualitas atau mutu sekolah.

Read More

Galery Produk & Inovasi

Foto Inovasi

Berikut gambaran produk dan Inovasi yang di kembangkan olah Sekolah

Read More

Vidio Inovasi & Produk

Berikut Vidio produk dan Inovasi yang di kembangkan olah Sekolah

Read More

Inovasi Guru

Berikut Produk dan Inovasi yang di kembangkan olah guru

Learn More

Naskah Inovasi

Pusinobel Spansa (pusat inovasi belajar SMP Negeri 1 Bandarlampung) adalah tim kerja yang dibentuk untuk menjadi wadah bagi guru SMP Negeri 1 Bandarlampung untuk mengembangkan inovasi dalam pembelajaran. Jika inovasi oleh para guru ditampung di dalam satu wadah maka inovasi tersebut akan berjalan sendiri-sendiri, tidak terintegrasi satu sama lain, tidak terdokumentasi, dan terevaluasi. Pada awal tahun 2020, Indonesia dilanda pandemic Covid19. Pandemi ini berakibat perubahan besar besaran pada proses pembelajaran. Guru-guru dituntut untuk berinovasi agar pembelajaran tetap dapat berjalan dengan baik meskipun dilaksanakan secara daring (dalam jaringan), tidak tatap muka langsung seperti sebelumnya. Tim yang bekerja dibawah koordinasi waka akademik, dan beranggotakan koordinator masing-masing mata pelajaran. Koordinator mata pelajaran mengkoordinir guru –guru mata pelajaran dalam melakukan inovasi pembelajaran. Inovasi guru diidentifikasi pada pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran tingkat sekolah (MGMPS) sehingga dapat diketahui jenis inovasi mana yang dapat diterapkan oleh mata pelajaran tertentu. Selanjutnya, inovasi tersebut dilanjutkan ke tahap produksi, untuk diperbanyak paling tidak dalam jumlah yang cukup untuk diterapkan di satu kelas. Kemudian, tahapan berlanjut pada aplikasi di kelas. Media dan strategi pembelajaran diterapkan di kelas-kelas untuk melihat keefektifan dan hasil dari inovasi tersebut pada proses dan hasil belajar. Kemudian inovasi tersebut didokumentasikan dan disimpan menjadi arsip sekolah agar dapat digunakan dan menjadi referensi pada tahun ajaran berikutnya. Setelah berjalan selama kurang lebih dua tahun sejak tahun 2020, program ini telah menghasilkan sejumlah media pembelajaran, antara lain: Tarsia, berbagai jenis boardgame, dan kartu untuk pembelajaran, Pemaksimalan pemanfaatan aplikasi pembelajaran, seperti Google Classroom, Google Workspace for education, Kahoot dan Quizziz Ke depannya, diharapkan akan ada lebih banyak lagi inovasi yang dihasilkan oleh para guru yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Dengan semakin meningkatnya kualitas pembelajaran, tentunya juga akan bisa meningkatkan kualitas lulusan (meningkatkan standar kompetensi lulusan). Dengan semakin meningkatnya kompetensi siswa yang lulus tentunya akan semakin meningkatkan kualitas atau mutu sekolah.
Untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan.
Untuk mengembangkan kreatifitas guru dalam merancang pembelajaran, dalam hal media dan strategi pembelajaran.
Terdokumentasikannya sejumlah media dan strategi pembelajaran kreatif sehingga dapat digunakan secara berkesinambungan.
Read More

Artikel Guru

Subscribe Our Newsletter