Email

disdikbud.kota@bandarlampungkota.go.id

Telepon

0721 253752


SMP NEGERI 28 BANDAR LAMPUNG

Akreditasi

" A "

NPSN

10807184

Jumlah Guru

47

Jumlah Siswa

579

Kata Pengantar

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar. Ciri-ciri atau kerekteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain; lingkungan belajar mengundang murid untuk belajar, kurikulum memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas, terdapat penilaian berkelanjutan, guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar murid, dan manajemen kelas efektif. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, cara-cara tersebut yaitu: 1. Diferensiasi konten diferensiasi konten dapat dilakukan dengan mengetahui gaya belajar siswa sehingga pada saat belajar siswa dapat dikelompokkan sesuai dengan gaya belajarnya atau dapat pula dikelompokkan dengan gaya belajar yang berbeda sehingga dalam satu kelompok terdapat gaya belajar yang bermacam-macam. selanjutnya yaitu berdasarkan tingkat kecerdasan atau intelegensi siswa yang dikategorikan kedalam kelompok high, middle, dan low. dalam satu kelompok yang terdiri dari 4-5 orang siswa, guru dapat mengelompokkan siswa dengan kategori gaya belajar auditori, visual, dan kinestetik serta tingkat intelegensi yang high, middle, dan low sehingga terciptalah kelompok belajar yang heterogen 2. Diferensiasi prosesdiferensiasi proses adalah cara mengajar yang diberikan oleh guru kepada peserta didiknya baik dengan menggunakan metode belajar yang berbeda, model pembelajaran yang bervariatif dapat dilakukan dengan pembagian kelompok, disukusi ataupun melalui presentasi, maupun pemanfaatan fasilitas sekolah sebagai media pembelajaran secara lebih optimal 3. Diferensiasi produkdiferensiasi produk merupakan hasil dari pembelajaran siswa. jadi, di dalam satu kelas siswa dapat mengumpulkan tugas dalam produk atau hasil yang berbeda. seperti catatan, power point, buku diary, komik, gambar, video, maupun dalam bentuk lain sesuai dengan materi pembelajaran yang telah dipelajari Pembelajaran berdiferensiasi sangat berkaitan dengan filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, nilai dan peran guru penggerak, visi guru penggerak, serta budaya positif. Salah satu filosofi pendidkan menurut Ki Hajar Dewantara adalah sistem “among”, guru harus dapat menuntun murid untuk berkembang sesuai dengan kodratnya, hal ini sangat sesuai dengan pembelajaran berdiferensiasi. Salah satu nilai dan peran guru penggerak adalah menciptakan pembelajaran yang berpihak kepada murid, yaitu pembelajaran yang memerdekakan pemikiran dan potensi murid. Hal tersebut sejalan dengan pembelajaran berdiferensiasi. Salah satu visi guru penggerak adalah mewujudkan merdeka belajar dan profil pelajar pancasila, untuk mewujudkan visi tersebut salah satu caranya adalah dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Budaya positif juga harus kita bangun agar dapat mendukung pembelajaran berdirensiasi.

Read More

Galery Produk & Inovasi

Foto Inovasi

Berikut gambaran produk dan Inovasi yang di kembangkan olah Sekolah

Read More

Vidio Inovasi & Produk

Berikut Vidio produk dan Inovasi yang di kembangkan olah Sekolah

Read More

Inovasi Guru

Berikut Produk dan Inovasi yang di kembangkan olah guru

Learn More

Naskah Inovasi

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar. Ciri-ciri atau kerekteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain; lingkungan belajar mengundang murid untuk belajar, kurikulum memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas, terdapat penilaian berkelanjutan, guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar murid, dan manajemen kelas efektif. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, cara-cara tersebut yaitu: 1. Diferensiasi konten diferensiasi konten dapat dilakukan dengan mengetahui gaya belajar siswa sehingga pada saat belajar siswa dapat dikelompokkan sesuai dengan gaya belajarnya atau dapat pula dikelompokkan dengan gaya belajar yang berbeda sehingga dalam satu kelompok terdapat gaya belajar yang bermacam-macam. selanjutnya yaitu berdasarkan tingkat kecerdasan atau intelegensi siswa yang dikategorikan kedalam kelompok high, middle, dan low. dalam satu kelompok yang terdiri dari 4-5 orang siswa, guru dapat mengelompokkan siswa dengan kategori gaya belajar auditori, visual, dan kinestetik serta tingkat intelegensi yang high, middle, dan low sehingga terciptalah kelompok belajar yang heterogen 2. Diferensiasi prosesdiferensiasi proses adalah cara mengajar yang diberikan oleh guru kepada peserta didiknya baik dengan menggunakan metode belajar yang berbeda, model pembelajaran yang bervariatif dapat dilakukan dengan pembagian kelompok, disukusi ataupun melalui presentasi, maupun pemanfaatan fasilitas sekolah sebagai media pembelajaran secara lebih optimal 3. Diferensiasi produkdiferensiasi produk merupakan hasil dari pembelajaran siswa. jadi, di dalam satu kelas siswa dapat mengumpulkan tugas dalam produk atau hasil yang berbeda. seperti catatan, power point, buku diary, komik, gambar, video, maupun dalam bentuk lain sesuai dengan materi pembelajaran yang telah dipelajari Pembelajaran berdiferensiasi sangat berkaitan dengan filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, nilai dan peran guru penggerak, visi guru penggerak, serta budaya positif. Salah satu filosofi pendidkan menurut Ki Hajar Dewantara adalah sistem “among”, guru harus dapat menuntun murid untuk berkembang sesuai dengan kodratnya, hal ini sangat sesuai dengan pembelajaran berdiferensiasi. Salah satu nilai dan peran guru penggerak adalah menciptakan pembelajaran yang berpihak kepada murid, yaitu pembelajaran yang memerdekakan pemikiran dan potensi murid. Hal tersebut sejalan dengan pembelajaran berdiferensiasi. Salah satu visi guru penggerak adalah mewujudkan merdeka belajar dan profil pelajar pancasila, untuk mewujudkan visi tersebut salah satu caranya adalah dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Budaya positif juga harus kita bangun agar dapat mendukung pembelajaran berdirensiasi.
Tujuan dari menerapkan pembelajaran berdiferensiasi agar memudahkan tenaga pendidik dalam memberikan pembelajaran sesuai dengan gaya belajar, tingkat intelegensi, maupun minat dan bakat
Manfaat dari menerapkan pembelajaran berdiferensiasi adalah siswa dapat lebih mudah memproses apa yang dipelajari sehingga diharapkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa
Hasil dari menerapkan pembelajaran berdiferensiasi adalah siswa menjadi lebih kreatif, mandiri, inovatif, mampu berpikir kritis serta mampu bekerjasama dan bergotong royong dengan peserta didik lainnya
Read More

Artikel Guru

Subscribe Our Newsletter