Email

disdikbud.kota@bandarlampungkota.go.id

Telepon

0721 253752


SMP N 34 BANDAR LAMPUNG

Akreditasi

" B "

NPSN

69947561

Jumlah Guru

53

Jumlah Siswa

662

Kata Pengantar

Eco print, atau cetak alami, adalah teknik seni yang menggunakan bahan-bahan organik seperti daun, bunga, dan kulit kayu untuk menciptakan pola dan desain pada kain atau kertas. Teknik ini memanfaatkan sifat alami tumbuhan untuk mentransfer warna dan bentuk mereka ke media cetak, menghasilkan karya seni yang unik dan ramah lingkungan.Eco print adalah metode yang berakar dari praktik pewarnaan alami yang telah digunakan oleh berbagai budaya di seluruh dunia selama berabad-abad. Namun, teknik ini mulai populer pada awal abad ke-21, terutama di kalangan seniman dan pengrajin yang peduli terhadap lingkungan. Salah satu tokoh penting dalam pengembangan eco print modern adalah India Flint, seorang seniman tekstil asal Australia yang dikenal karena karyanya yang inovatif menggunakan bahan alami untuk pewarnaan dan pencetakan. Proses eco print dimulai dengan mengumpulkan bahan-bahan organik seperti daun, bunga, dan kulit kayu. Pemilihan bahan sangat mempengaruhi hasil akhir, karena setiap jenis tumbuhan memiliki pigmen dan karakteristik yang berbeda. Bahan-bahan ini kemudian ditempatkan di atas kain atau kertas yang telah direndam dalam larutan mordant, yang membantu menstabilkan warna. Setelah itu, kain atau kertas dilipat atau digulung dengan rapat, sering kali menggunakan teknik bundling. Paket ini kemudian dikukus atau direbus dalam air panas untuk jangka waktu tertentu, memungkinkan pigmen tumbuhan untuk meresap ke dalam media cetak. Setelah proses pengukusan selesai, kain atau kertas dibiarkan mengering sebelum akhirnya dibuka untuk mengungkapkan pola dan desain yang terbentuk.Salah satu keunggulan utama eco print adalah keberlanjutannya. Dengan menggunakan bahan-bahan alami yang sering kali merupakan limbah atau hasil sampingan, teknik ini mengurangi dampak lingkungan dibandingkan dengan pewarnaan sintetis yang menggunakan bahan kimia berbahaya. Selain itu, setiap cetakan yang dihasilkan bersifat unik, menjadikannya karya seni yang eksklusif dan personal.Eco print juga menawarkan kemungkinan eksplorasi kreatif yang tak terbatas. Seniman dapat bereksperimen dengan berbagai jenis tumbuhan, metode pencetakan, dan media untuk menciptakan hasil yang berbeda setiap kali. Ini membuat eco print tidak hanya sebagai metode cetak, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi artistik yang terus berkembang. Eco print adalah teknik seni yang memanfaatkan kekayaan alam untuk menciptakan karya yang indah dan ramah lingkungan.

Read More

Galery Produk & Inovasi

Foto Inovasi

Berikut gambaran produk dan Inovasi yang di kembangkan olah Sekolah

Read More

Vidio Inovasi & Produk

Berikut Vidio produk dan Inovasi yang di kembangkan olah Sekolah

Read More

Inovasi Guru

Berikut Produk dan Inovasi yang di kembangkan olah guru

Learn More

Naskah Inovasi

Eco print, atau cetak alami, adalah teknik seni yang menggunakan bahan-bahan organik seperti daun, bunga, dan kulit kayu untuk menciptakan pola dan desain pada kain atau kertas. Teknik ini memanfaatkan sifat alami tumbuhan untuk mentransfer warna dan bentuk mereka ke media cetak, menghasilkan karya seni yang unik dan ramah lingkungan.Eco print adalah metode yang berakar dari praktik pewarnaan alami yang telah digunakan oleh berbagai budaya di seluruh dunia selama berabad-abad. Namun, teknik ini mulai populer pada awal abad ke-21, terutama di kalangan seniman dan pengrajin yang peduli terhadap lingkungan. Salah satu tokoh penting dalam pengembangan eco print modern adalah India Flint, seorang seniman tekstil asal Australia yang dikenal karena karyanya yang inovatif menggunakan bahan alami untuk pewarnaan dan pencetakan. Proses eco print dimulai dengan mengumpulkan bahan-bahan organik seperti daun, bunga, dan kulit kayu. Pemilihan bahan sangat mempengaruhi hasil akhir, karena setiap jenis tumbuhan memiliki pigmen dan karakteristik yang berbeda. Bahan-bahan ini kemudian ditempatkan di atas kain atau kertas yang telah direndam dalam larutan mordant, yang membantu menstabilkan warna. Setelah itu, kain atau kertas dilipat atau digulung dengan rapat, sering kali menggunakan teknik bundling. Paket ini kemudian dikukus atau direbus dalam air panas untuk jangka waktu tertentu, memungkinkan pigmen tumbuhan untuk meresap ke dalam media cetak. Setelah proses pengukusan selesai, kain atau kertas dibiarkan mengering sebelum akhirnya dibuka untuk mengungkapkan pola dan desain yang terbentuk.Salah satu keunggulan utama eco print adalah keberlanjutannya. Dengan menggunakan bahan-bahan alami yang sering kali merupakan limbah atau hasil sampingan, teknik ini mengurangi dampak lingkungan dibandingkan dengan pewarnaan sintetis yang menggunakan bahan kimia berbahaya. Selain itu, setiap cetakan yang dihasilkan bersifat unik, menjadikannya karya seni yang eksklusif dan personal.Eco print juga menawarkan kemungkinan eksplorasi kreatif yang tak terbatas. Seniman dapat bereksperimen dengan berbagai jenis tumbuhan, metode pencetakan, dan media untuk menciptakan hasil yang berbeda setiap kali. Ini membuat eco print tidak hanya sebagai metode cetak, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi artistik yang terus berkembang. Eco print adalah teknik seni yang memanfaatkan kekayaan alam untuk menciptakan karya yang indah dan ramah lingkungan.
Eco print bertujuan untuk menjelaskan kepada peserta didik di dalam penggunaannya menggunakan pewarna alami dan tumbuhan sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintestisyang dapat mencemari udara dan tanah. Disamping itu memberikan dorongan bagi peserta didik untuk berkreativitas dalam proses kegiatan ini.
1. Ramah Lingkungan: Mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya.2. Unik dan Estetik: Setiap hasil eco print memiliki motif yang unik dan tidak dapat diduplikasi secara persis.3. Mendukung Keberlanjutan: Menggunakan sumber daya alam yang dapat diperbarui dan memberikan nilai estetik.
Proses Eco print dapat di gunakan sebagai alat edukasi untuk meningkatkan kesadaran peserta didik tentang pentingnya menjaga lingkungan dan pelestariannya.
Read More

Artikel Guru

Subscribe Our Newsletter