Email

disdikbud.kota@bandarlampungkota.go.id

Telepon

0721 253752


SMP NEGERI 45 BANDAR LAMPUNG

Akreditasi

" "

NPSN

70001861

Jumlah Guru

14

Jumlah Siswa

213

Kata Pengantar

Di indonesia sudah banyak sekali beredar baju bekas Import, dikarenakan tingginya peminat dan harganya murah. Salah satu indikasinya terlihat dari minat masyrakat terhadap jual-beli sejumlah barang-barang bekas pakai. Fenomena penjualan daring berkembang seacra signifikan saat pandemi covid-19 menjalar pada awal tahun 2020.

Jejak tren minat Masyarakat Indonesia terlihat dari data Goggle Trends terkait kata kunci “thrift”, “thrifting” dan “baju bekas”. Pada priode April 2014 hingga Maret 2023 muncul pola tren yang menarik untuk dicermati. Pertama kata kunci ”thrift” dan ”thrifting” baru mulai melonjak pada April-Juni 2020. Jendela waktu ini bertepatan dengan fase awal Pandemi Covid-19. Pada masa pandemi itu pemerintah memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat, maka aktivitas perdagangan yang tidak menjual kebutuhan pokok harus dibatasi sehingga aktivitas masyarakat menurun drastis. Oleh karena itu, berbagai aktivitas pedagang beralih pada platform digital. Trend ”thrifting” ini berpotensi besar merugikan perekonomian negara.

Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya membendung arus perdagangan komoditas ilegal tersebut agar tidak mematikan perekonomian domestik. Pihak Bea Cukai dan sejumlah instansi terkait terus berusaha membendung masuknya produk fashion tersebut ke Indonesia. Selain itu, juga bermediasi dengan pedagang pakaian bekas di pasar-pasar besar untuk menghabiskan stok dagangan dan melarang menjual produk ilegal tersebut di kemudian hari.

Ada yang perlu diketahui bahwa beberapa jenis pakaian mengandung bahan-bahan kimia yang aneh. Bahan kimia ini dapat menembus kulit dan secara terus-menerus akan terserap. Apa pun yang menempel pada kulit akan masuk ke dalam tubuh. Jika memakai pakaian yang dilapisi bahan kimia beracun, kemungkinan bahan kimia akan menyerap melalui kulit dan tubuh akan memprosesnya. Sementara itu, belum ada bukti yang menghubungkan racun dalam pakaian akan berdampak langsung pada masalah kesehatan. Hasil studi yang ada cukup menggelisahkan, beberapa bahan kimia dalam pakaian dapat menyebabkan kanker pada tikus, juga bagi para pekerja yang bekerja sepanjang hari. Dalam jangka pendek, bahan kimia ini dapat menyebabkan reaksi alergi dan iritasi. Misalnya, formaldehida, yang sering ditemukan pada bahan yang mengklaim tidak mudah kusut. Menurut laporan dari National Industrial Chemicals Notification and Assessment Scheme, formaldehida dalam pakaian dapat menimbulkan iritasi mata dan hidung, juga reaksi alergi pada kulit. Dalam laporan Greenpeace tahun 2012 yang berjudul "Threads Toxic: The Big Mode Stitch-Up," ditegaskan bahwa merek besar, seperti Zara, Levi's, Mango, Calvin Klein, dan H&M, membuat dan menjual pakaian yang mengandung bahan kimia berbahaya. Oleh karena itu akhir -akhir ini mulai banyak Masyarakat yang tertarik dengan adanya Ecoprint.

Ecoprint sendiri adalah seni kreatif yang menggunakan bahan bahan alami untuk mencetak motif pada kain, serta Ecoprint memiliki keunikan tersendiri, selain itu Ecoprint juga ramah lingkungan dan menjadi pilihan popular dalam menciptakan karya seni tekstil yang indah.  Cara membuat ecoprint mengedepankan prinsip kehati-hatian agar menghasilkan produk yang memiliki corak eksotis dengan bahan alami.

Pada pelaksanaan Inovasi kita kali ini akan menggunakan Teknik Pounding, Teknik pounding merupakan teknik pembuatan motif pada kain yang paling sederhana, karena pembuatannya hanya dengan cara memukulkan palu ke atas daun atau bunga yang

Read More

Galery Produk & Inovasi

Foto Inovasi

Berikut gambaran produk dan Inovasi yang di kembangkan olah Sekolah

Read More

Vidio Inovasi & Produk

Berikut Vidio produk dan Inovasi yang di kembangkan olah Sekolah

Read More

Inovasi Guru

Berikut Produk dan Inovasi yang di kembangkan olah guru

Learn More

Naskah Inovasi

Di indonesia sudah banyak sekali beredar baju bekas Import, dikarenakan tingginya peminat dan harganya murah. Salah satu indikasinya terlihat dari minat masyrakat terhadap jual-beli sejumlah barang-barang bekas pakai. Fenomena penjualan daring berkembang seacra signifikan saat pandemi covid-19 menjalar pada awal tahun 2020.

Jejak tren minat Masyarakat Indonesia terlihat dari data Goggle Trends terkait kata kunci “thrift”, “thrifting” dan “baju bekas”. Pada priode April 2014 hingga Maret 2023 muncul pola tren yang menarik untuk dicermati. Pertama kata kunci ”thrift” dan ”thrifting” baru mulai melonjak pada April-Juni 2020. Jendela waktu ini bertepatan dengan fase awal Pandemi Covid-19. Pada masa pandemi itu pemerintah memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat, maka aktivitas perdagangan yang tidak menjual kebutuhan pokok harus dibatasi sehingga aktivitas masyarakat menurun drastis. Oleh karena itu, berbagai aktivitas pedagang beralih pada platform digital. Trend ”thrifting” ini berpotensi besar merugikan perekonomian negara.

Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya membendung arus perdagangan komoditas ilegal tersebut agar tidak mematikan perekonomian domestik. Pihak Bea Cukai dan sejumlah instansi terkait terus berusaha membendung masuknya produk fashion tersebut ke Indonesia. Selain itu, juga bermediasi dengan pedagang pakaian bekas di pasar-pasar besar untuk menghabiskan stok dagangan dan melarang menjual produk ilegal tersebut di kemudian hari.

Ada yang perlu diketahui bahwa beberapa jenis pakaian mengandung bahan-bahan kimia yang aneh. Bahan kimia ini dapat menembus kulit dan secara terus-menerus akan terserap. Apa pun yang menempel pada kulit akan masuk ke dalam tubuh. Jika memakai pakaian yang dilapisi bahan kimia beracun, kemungkinan bahan kimia akan menyerap melalui kulit dan tubuh akan memprosesnya. Sementara itu, belum ada bukti yang menghubungkan racun dalam pakaian akan berdampak langsung pada masalah kesehatan. Hasil studi yang ada cukup menggelisahkan, beberapa bahan kimia dalam pakaian dapat menyebabkan kanker pada tikus, juga bagi para pekerja yang bekerja sepanjang hari. Dalam jangka pendek, bahan kimia ini dapat menyebabkan reaksi alergi dan iritasi. Misalnya, formaldehida, yang sering ditemukan pada bahan yang mengklaim tidak mudah kusut. Menurut laporan dari National Industrial Chemicals Notification and Assessment Scheme, formaldehida dalam pakaian dapat menimbulkan iritasi mata dan hidung, juga reaksi alergi pada kulit. Dalam laporan Greenpeace tahun 2012 yang berjudul "Threads Toxic: The Big Mode Stitch-Up," ditegaskan bahwa merek besar, seperti Zara, Levi's, Mango, Calvin Klein, dan H&M, membuat dan menjual pakaian yang mengandung bahan kimia berbahaya. Oleh karena itu akhir -akhir ini mulai banyak Masyarakat yang tertarik dengan adanya Ecoprint.

Ecoprint sendiri adalah seni kreatif yang menggunakan bahan bahan alami untuk mencetak motif pada kain, serta Ecoprint memiliki keunikan tersendiri, selain itu Ecoprint juga ramah lingkungan dan menjadi pilihan popular dalam menciptakan karya seni tekstil yang indah.  Cara membuat ecoprint mengedepankan prinsip kehati-hatian agar menghasilkan produk yang memiliki corak eksotis dengan bahan alami.

Pada pelaksanaan Inovasi kita kali ini akan menggunakan Teknik Pounding, Teknik pounding merupakan teknik pembuatan motif pada kain yang paling sederhana, karena pembuatannya hanya dengan cara memukulkan palu ke atas daun atau bunga yang

Meningkatkan rasa cinta terhadap alam melalui pengalaman pembuatan ecoprint
upaya holistik untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya memahami nilai-nilai budaya dan moral Profil Pelajar Pancasila, tetapi juga memiliki komitmen dalam menjaga keberlanjutan lingkungan
Hasilnya berupa karya siswa sesuai dengan kretivitas siswa seperti, tas, kain motif daun, dan kaos motif khas daun.
Read More

Artikel Guru

Subscribe Our Newsletter