Email

disdikbud.kota@bandarlampungkota.go.id

Telepon

0721 253752


SMP NEGERI 3 BANDAR LAMPUNG

Akreditasi

" A "

NPSN

10807186

Jumlah Guru

63

Jumlah Siswa

832

Kata Pengantar

Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang memerlukan penanganan serius, salah satunya di lingkungan SMP Negeri 3 Bandar Lampung.Sampah dapat dikatakan sebagai masalah kultural karena dampaknya berimbas pada berbagai sisi kehidupan. Limbah atau sampah merupakan bahan yang terbuang atau dibuang dari suatu aktivitas manusia atau proses alam yang tidak atau belum mempunyai nilai ekonomi dan berdampak negatif pada lingkungan (Djaja, 2008). Sampah daun merupakan salah satu jenis sampah organik yang dihasilkan dari bahan hayati (Basriyanta, 2007).Sampah daun dapat ditemukan di lingkungan sekitar, salah satunya lingkungan Sekolah khususnya SMP Negeri 3 Bandar Lampung yang banyak ditumbuhi oleh pepohonan. Setiap harinya, pepohonan akan mengugurkan daunnya sehingga menghasilkan sampah daun yang cukup banyak. Penanganan yang telah dilakukan selama ini adalah dengan mengumpulkan sampah daun, menumpuk kemudian membakarnya, proses pembakaran inilah yang akan mencemari udara. Melihat penanganan sampah daun yang masih kurang efektif, perlu dikembangkan pengelolaan sampah daun agar menjadi produk yang bermanfaat melalui proses pengomposan. Seperti yang telah diketahui, sebagian besar sampah daun yang ada di lingkungan SMPN 3 Bandar Lampung tidak dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Hal ini dikarenakan proses pengomposan sampah daun melalui agen dekomposer secara alami akan membutuhkan waktu yang lama. Pada tataran sekolah, para siswa pada umumnya sudah mengetahui dan mengimplementasikan bagaimana meletakkan sampah di tempat sampah yang sudah disediakan pihak sekolah. Meskipun demikian, hanya sedikit saja siswa yang mengetahui perjalanan sampah setelah keluar dari halaman sekolah. Mengacu pada pola pendidikan yang mengutamakan suri tauladan dari model (guru, orangtua, atau orang dewasa lainnya), maka perlu adanya pelatihan pembuatan kompos di sekolah. Setiap aktifitas manusia yang dilakukan baik itu dalam kegiatan sehari-hari, selalu menimbulkan sampah. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah sampah organik di SMP Negeri 3 Bandar Lampung agar lebih bermanfaat adalah dengan menggunakan metode composting. Kompos merupakan bahan bahan organik yang telah mengalami proses pelapukan karena adanya interaksi antar mikroorganisme yang bekerja di dalamnya. Mikroorganisme ini memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai sumber makanannya. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Adapun bahan kompos yang digunakan sebagian besar menggunakan sampah Daun Ketepeng, sebagian kecil daun cemara, daun pucuk merah, dan beraneka daun lainnya yang ada di lingkungan SMP Negeri 3 Bandar Lampung. Sampah dauntersebut dihasilkan dari beberapa jenis pohon di sekitar sekolah, sehingga wilayah tersebut akan menghasilkan sampah dedaunan yang banyak yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat berupa pupuk organik atau kompos.

Read More

Galery Produk & Inovasi

Foto Inovasi

Berikut gambaran produk dan Inovasi yang di kembangkan olah Sekolah

Read More

Vidio Inovasi & Produk

Berikut Vidio produk dan Inovasi yang di kembangkan olah Sekolah

Read More

Inovasi Guru

Berikut Produk dan Inovasi yang di kembangkan olah guru

Learn More

Naskah Inovasi

Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang memerlukan penanganan serius, salah satunya di lingkungan SMP Negeri 3 Bandar Lampung.Sampah dapat dikatakan sebagai masalah kultural karena dampaknya berimbas pada berbagai sisi kehidupan. Limbah atau sampah merupakan bahan yang terbuang atau dibuang dari suatu aktivitas manusia atau proses alam yang tidak atau belum mempunyai nilai ekonomi dan berdampak negatif pada lingkungan (Djaja, 2008). Sampah daun merupakan salah satu jenis sampah organik yang dihasilkan dari bahan hayati (Basriyanta, 2007).Sampah daun dapat ditemukan di lingkungan sekitar, salah satunya lingkungan Sekolah khususnya SMP Negeri 3 Bandar Lampung yang banyak ditumbuhi oleh pepohonan. Setiap harinya, pepohonan akan mengugurkan daunnya sehingga menghasilkan sampah daun yang cukup banyak. Penanganan yang telah dilakukan selama ini adalah dengan mengumpulkan sampah daun, menumpuk kemudian membakarnya, proses pembakaran inilah yang akan mencemari udara. Melihat penanganan sampah daun yang masih kurang efektif, perlu dikembangkan pengelolaan sampah daun agar menjadi produk yang bermanfaat melalui proses pengomposan. Seperti yang telah diketahui, sebagian besar sampah daun yang ada di lingkungan SMPN 3 Bandar Lampung tidak dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Hal ini dikarenakan proses pengomposan sampah daun melalui agen dekomposer secara alami akan membutuhkan waktu yang lama. Pada tataran sekolah, para siswa pada umumnya sudah mengetahui dan mengimplementasikan bagaimana meletakkan sampah di tempat sampah yang sudah disediakan pihak sekolah. Meskipun demikian, hanya sedikit saja siswa yang mengetahui perjalanan sampah setelah keluar dari halaman sekolah. Mengacu pada pola pendidikan yang mengutamakan suri tauladan dari model (guru, orangtua, atau orang dewasa lainnya), maka perlu adanya pelatihan pembuatan kompos di sekolah. Setiap aktifitas manusia yang dilakukan baik itu dalam kegiatan sehari-hari, selalu menimbulkan sampah. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah sampah organik di SMP Negeri 3 Bandar Lampung agar lebih bermanfaat adalah dengan menggunakan metode composting. Kompos merupakan bahan bahan organik yang telah mengalami proses pelapukan karena adanya interaksi antar mikroorganisme yang bekerja di dalamnya. Mikroorganisme ini memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai sumber makanannya. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Adapun bahan kompos yang digunakan sebagian besar menggunakan sampah Daun Ketepeng, sebagian kecil daun cemara, daun pucuk merah, dan beraneka daun lainnya yang ada di lingkungan SMP Negeri 3 Bandar Lampung. Sampah dauntersebut dihasilkan dari beberapa jenis pohon di sekitar sekolah, sehingga wilayah tersebut akan menghasilkan sampah dedaunan yang banyak yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat berupa pupuk organik atau kompos.
Adapun tujuan kegiatan ini yaitu :1. Mengajarkan kita cara pembuatan kompos dari sampah daun kering dan daun basah.2. Memberikan inspirasi bahwa daun kering dan daun basah yang biasanya menjadi sampah dapat dimanfaatkan sebagai kompos.3. Menyadarkan bahwa penggunaan kompos dapat dilakukan dengan kompos alami yang lebih ekonomis dan hasil yang lebih baik daripada kompos kimiawi.
Adapun manfaat kegiatan ini yaitu :1. Terpenuhinya kebutuhan pupuk disekolah sehingga menjadikan tanaman disekolah menjadi subur.2. Menjadikan sekolah lebih bersih karena sampah daun tanaman dimanfaatkan dengan baik.
hasil inovasi pada SMP N 3 Bandar Lampung berupa pupuk kompos yang berasal dari sampah daun di lingkungan Sekolah.
Read More

Artikel Guru

Subscribe Our Newsletter