Email

disdikbud.kota@bandarlampungkota.go.id

Telepon

0721 253752


SMP NEGERI 20 BANDAR LAMPUNG

Akreditasi

" A "

NPSN

10807210

Jumlah Guru

75

Jumlah Siswa

917

Kata Pengantar

1. Guru melakukan persiapan dengan membaca beberapa referensi terkait aktivitas-aktivitas dalam pengembangan literasi di sekolah.2. Membentuk Tim Literasi Sekolah dari guru-guru.3. Guru mensosialisasikan pentingnya keterampilan literasi dengan memberikan materi mengenai literasi kepada murid (membaca, menulis, literasi digital, dsb) yang disebarkan dalam bentuk file melalui wali kelas dan link youtube. Guru juga dapat menjelaskan secara tatap muka jika sudah dilakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).4. Wali kelas mendistribusikan file materi terkait literasi termasuk dasar-dasar menulis dan contoh tulisan sederhana (puisi, pantun, resensi buku, jurnal harian, cerpen, essay, cerita monolog, dll.)5. Guru dan murid mempersiapkan pojok baca di kelas yang dapat dimanfaatkan saat jam istirahat atau sebelum pembelajaran dimulai. Pojok baca berisi buku-buku pelajaran maupun buku-buku fiksi dan non fiksi yang bermanfaat. Wali kelas dan murid dapat membuat dan mengelola pojok baca dengan kreatif agar nyaman dan menarik minat baca murid.6. Guru mengajak murid untuk melakukan kegiatan literasi 10-15 menit sebelum pembelajaran pertama di kelas. Kegiatan yang dilakukan yaitu membaca buku/ majalah yang mereka sukai lalu menuliskannya dalam jurnal pribadi.7. Membuat jadwal jam wajib kunjung perpustakaan agar menumbuhkan minat baca murid.8. Membentuk komunitas cinta literasi bagi murid (bengkel literasi/ klub literasi). Murid-murid yang tergabung dalam klub ini melakukan berbagai aktivitas literasi, di antaranya bedah buku, pelatihan menulis, pameran buku, kontes membaca,dll9. Menyediakan “bank tulisan” yang merupakan tempat pengumpulan karya-karya murid. Wali kelas memotivasi & memberi kesempatan kepada murid untuk membuat karya tulisan (pantun, puisi, cerpen, poster, dll) dan mengumpulkannya dalam “writing bank”.10. Menggalakkan kembali majalah dinding sekolah/ bulletin sekolah. Wali kelas mengajak murid untuk membuat mading kelas secara rutin, sebagai wadah publikasi karya di dalam kelas.11. Melibatkan pihak wali murid dan masyarakat sekitar dalam mendukung program literasi sekolah (Misalnya: memberi sumbangan buku-buku bacaan, memberikan pelatihan menulis, serta ikut mendukung murid berliterasi)12. Karya-karya literasi murid dapat diseleksi dan diterbitkan menjadi buku antologi, misalnya buku antologi puisi dan pantun.

Read More

Galery Produk & Inovasi

Foto Inovasi

Berikut gambaran produk dan Inovasi yang di kembangkan olah Sekolah

Read More

Vidio Inovasi & Produk

Berikut Vidio produk dan Inovasi yang di kembangkan olah Sekolah

Read More

Inovasi Guru

Berikut Produk dan Inovasi yang di kembangkan olah guru

Learn More

Naskah Inovasi

1. Guru melakukan persiapan dengan membaca beberapa referensi terkait aktivitas-aktivitas dalam pengembangan literasi di sekolah.2. Membentuk Tim Literasi Sekolah dari guru-guru.3. Guru mensosialisasikan pentingnya keterampilan literasi dengan memberikan materi mengenai literasi kepada murid (membaca, menulis, literasi digital, dsb) yang disebarkan dalam bentuk file melalui wali kelas dan link youtube. Guru juga dapat menjelaskan secara tatap muka jika sudah dilakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).4. Wali kelas mendistribusikan file materi terkait literasi termasuk dasar-dasar menulis dan contoh tulisan sederhana (puisi, pantun, resensi buku, jurnal harian, cerpen, essay, cerita monolog, dll.)5. Guru dan murid mempersiapkan pojok baca di kelas yang dapat dimanfaatkan saat jam istirahat atau sebelum pembelajaran dimulai. Pojok baca berisi buku-buku pelajaran maupun buku-buku fiksi dan non fiksi yang bermanfaat. Wali kelas dan murid dapat membuat dan mengelola pojok baca dengan kreatif agar nyaman dan menarik minat baca murid.6. Guru mengajak murid untuk melakukan kegiatan literasi 10-15 menit sebelum pembelajaran pertama di kelas. Kegiatan yang dilakukan yaitu membaca buku/ majalah yang mereka sukai lalu menuliskannya dalam jurnal pribadi.7. Membuat jadwal jam wajib kunjung perpustakaan agar menumbuhkan minat baca murid.8. Membentuk komunitas cinta literasi bagi murid (bengkel literasi/ klub literasi). Murid-murid yang tergabung dalam klub ini melakukan berbagai aktivitas literasi, di antaranya bedah buku, pelatihan menulis, pameran buku, kontes membaca,dll9. Menyediakan “bank tulisan” yang merupakan tempat pengumpulan karya-karya murid. Wali kelas memotivasi & memberi kesempatan kepada murid untuk membuat karya tulisan (pantun, puisi, cerpen, poster, dll) dan mengumpulkannya dalam “writing bank”.10. Menggalakkan kembali majalah dinding sekolah/ bulletin sekolah. Wali kelas mengajak murid untuk membuat mading kelas secara rutin, sebagai wadah publikasi karya di dalam kelas.11. Melibatkan pihak wali murid dan masyarakat sekitar dalam mendukung program literasi sekolah (Misalnya: memberi sumbangan buku-buku bacaan, memberikan pelatihan menulis, serta ikut mendukung murid berliterasi)12. Karya-karya literasi murid dapat diseleksi dan diterbitkan menjadi buku antologi, misalnya buku antologi puisi dan pantun.
1. Menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis murid di sekolah, 2. Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat, 3. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan, 4. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca5. Meningkatkan kreativitas dan keterampilan literasi murid.6. Mewujudkan pembiasaan positif membaca buku sehingga kemampuan membaca murid meningkat.7. Mewujudkan pembiasaan positif menulis karya, menulis jurnal harian dan resensi buku.8. Menghasilkan karya-karya yang dapat dipublikasikan dalam sebuah buku atau media sosial.
1. Memperkaya pengetahuan kosa kata.2. Meningkatkan pemahaman mata pelajaran Bahasa Indonesia.3. Menambah informasi dan wawasan baru.4. Meningkatkan kreativitas peserta didik dalam menulis dan menyusun kata-kata.5. Mengasah daya ingat melalui membaca.6. Meningkatkan kepekaan terhadap informasi yang muncul di media.
1. Pembiasaan membaca dan menulis jurnal menjadi hal positif yang dilakukan siswa dan guru.2. Mading kelas dapat terlaksana.3. Siswa membaca di pojok baca saat waktu istirahat/ waktu luang.4. Hasil karya siswa dikumpulkan untuk kemudian dipublikasikan menjadi buku antologi.
Read More

Artikel Guru

Subscribe Our Newsletter